contact
Test Drive Blog
twitter
rss feed
blog entries
log in

Kamis, 28 Januari 2010

Semester baru telah dimulai..

"Kita sekelas lagi, Karin" Sayo yang memelukku dari belakang.
"Iya.. Iya... Senang deh"
"Oh ya? Ran si berandalan itu sekelas sama kita" melihat ke arah bangku Ran laki-laki yang paling ditakuti di sekolah, seniorpun takut di tangannya.
"Padahal dia dulu tidak sekelas sama kita waktu kelas sepuluh, tapi malah sekarang kita harus sekelas sama kita dengan nada sinis. Sayo teman sebangkuku menceritakan kejelekan Ran.

Suatu hari aku melihat Ran dimarahi Pak Guru di koridor sekolah.
"sudah semester baru tapi kelakuan kamu masih belum berubah" kata Pak Arya guru PKN
"Terus mau bapak bagaimana" kata Ran dengan nada sinis.

"Kalau gini terus kelakuan kamu, bapak akan mengeluarkan kamu dari sekolah. Belum terlambat unutk memperbaiki kesalahnmu. bapak mau kamu berubah tidak kayak berandalan gini."

Pak Arya memeberi Nasihat demi nasihat. tidak ada rasa penyesalan bagi Ran yang selalu membuat onar, bahkan dia tidak peduli akan reputasinya yang buruk.

Dikelasku Ran dan Yuuri adalah bahan utama gosip siswi. selain Ran yang populer dengan kenakalannya, Yuuri termasuk siswa yang populer dengan kepintarannya.

"Loh kamu gak tahu yah? Ran itu saudara tiri Yuuri. mereka seayah tapi beda Ibu. Bodoh sekali kalian ini ngaku fansnya tapi gak tahusilsilah keluarganya." tutur Sayo.

"Si Yuuri itu loh! pernah nolak cewek adek kelas kita yang kecentilan." sambung Sayo.
Sayo adalah sumber gosip paling akurat andalan fans Yuuri.

"Masa Sih?" tanya Arin ketua genk Angel fans Yuuri. "Dari kelas mana tuh cewek?" ucapnya geram.
"Sudah-sudah.. lagian juga sih Yuuri udah nolak tuh cewek, kalau kalian buat ulah ntar di skors loh." entah apa yang dipikirkan Sayo untuk membuat mereka marah.

"Sayo ayo ke kantin." ajakku sedikit memaksa.

Di kantin....

"Karin kenapa ajak aku kekantin? aku kan ga lapar." sayo sedikit kesal karena aku memaksanya ke kantin. "Sayo ngapain sih bicara yang ga perlu gitu sama mereka. kalau mereka tau aku suka sama Yuuri, aku akan jadi korban penindasan mereka."

Aku sudah memendam perasaanku pada Yuuri sebelum dia menjadi ketua osis, tapi karena banyak fans Yuuri, aku jadi mengurungkan niat untuk menyatakan perasaanku.

"Hmm... Aku tahu. tenang aja aku akan rahasiain dari mereka. aku saranin yah, kamu nembak Yuuri aja. kalau kamu dan Yuuri udah pacaran, otomatis mereka tidak akan gangguin kamu. kalaupun mereka gangguin kamu, udah pasti Yuuri bakal lindungin kamu." kira-kira itu prediksi Sayo.

Aku sempat menimbang-nimbang, kulakukan atau tidak, lagian nembak cowok udah trennya. kalau suka yah bilang aja langsung.

"Thanks.. Sayo, besok aku bakal langsung nyatain perasaan aku ke Yuuri. di terima atau nggak itu urusan belakangan, yang penting perasaan aku tersampaikan." tuturku.

Aku kira ini cara yang terbaik dari pada memandangnya dari jauh. "Aku akan mendukungmu." kata Sayo sambil tersenyum padaku. karena asyik ngobrol aku dan Sayo sampai lupa jajan di kantin, tapi berkat itu aku bisa menumbuhkan rasa percaya diri untuk mendapatkan Yuuri.

Sebagai cowok pintar, ganteng dan populer di kalangan siswi Yuuri terlalu sempurna untuk berada disampingku. Aku yang tidak begitu tertarik dengan cinta karena patah hati malah itu timbul saat pertama melihat Yuuri.

Sayo selalu menyemangatiku, wajah yang cantik, selalu membuat hatiku tenang apalagi kata-katanya yang selalu mendukungku dalam segala hal.

dalam sekejap lamunanku buyar, aku terkaget mendengar nada dering HP-ku, karena nada dering HP-ku lagunya Distance pas reef jadi sering membuatku kaget."Ah.. Sms dari Chul-mun" ucapku dengan nada tidak semangat.

T.T
Karin... Aq ditolak ama Yuyu
pengirim: Chul-mun

T.T
Kasihan.....
terkirim

>.<
ga punya pacar, sepi euy! pdhl oma-ku udah minta cucu..
pengirim: Chul-mun

=,=
kau bermaksud menyindirku kan..?
terkirim

mau sampai kapan jomblo terus!!
pengirim: Chul-mun

SAMPAI MATI.....
terkirim

Dasar anak ini, selalu saja sms di waktu yang tidak tepat. maaf-maaf saja aku smsnya kasar, lagi ga mood ladenin kamu. Besok mudah-mudahan acara nembaknya lancar. amin

=============skip time=============

Pagi dengan sinar yang terasa hangat mengantarku melangkah menuju sekolah saat di koridor menuju kelas dari arah belakang terdengar suara memanggilku.
"Karin... tunggu!" walau belum melihatnya aku sudah mengenali suaranya. Aku menghentikan langkahku saat berbalik aku melihat Sayo dengan setengah berlari menuju kearahku.

"Hai Karin. Tampak bahagia sekali kamu hari ini." sapa Sayo.
"mm... mm.." aku hanya tersipu malu.
"oh.. ya, Karin. kemarin Chul-mun sms aku katanya dia ditolak Yuyu." Sayo mengalihkan pembicaraan.
"Dia juga sms aku, haah. Makin diladenin smsnya makin konyol." semangatku memudar.
"Dasar anak itu gak berubah yah.." ucap Sayo.
"Tapi Sayo menyukainya kan?" tebakku.
"Kenapa Karin tahu.. kamu dukun yah?" ledek Sayo.
"Bukan itu. tetapi setiap membicarakan Chul-mun Sayo selalu saja bertingkah sok malu-malu."
Aku terus menggoda Sayo memastikan tebakanku tidak meleset.

Sayo melangkahkan kakinya lebih cepat dan tiba lebih dulu di kelas.
'Sayo polos sekali' ucapku dalam hati.

"EH! kamu jalannya cepat dikit." bentak dari arah belakangku
"Bisa ga bilang PERMISI?" bentakku saat melihat ke arah belakang
"Ekh Ran" aku terkejut.
"Kamu halangin jalanku, BODOH." bentaknya lagi.

sebenarnya aku takut sekali sama dia, rasanya mau kabur aja tapi saking gugupnya jadi kaku.
"Mmm.. maaf, silahan lewat." Aku memberinya jalan. ahh badannya tinggi sekali saat melintas di depanku. aku membandingkan tinggi badanku, kira-kira aku cuma setara bahunya.

Aku baru menyadari kalau kharismanya begitu kuat, pantas guru cukup kewalahan. padahal kalau dipikir Ran cukup ganteng untuk cewek kelas atas. "Pikir apa aku tadi?"

To Be Continue....

1 komentar:

  • Hi_Zan 'imMortal' on 28 Januari 2010 pukul 22.33

    Untung aj Yuuri, bukan YURI
    hahaha

  • Posting Komentar

    SEbelas iPA saTU

    Leave UR Comment

     
     

    Our Visitor

    Waktu

    Download youtube Video

    Followers